Dasar Memotret Foto Portrait

Fotografi Portrait



Hasil gambar untuk potret fotografi

Hasil gambar untuk potret fotografi

Fotografi potret atau portraiture adalah fotografi dari seorang tokoh atau sekelompok orang yang menyimpan ekspresi, kepribadian dan perasaan dari subyek tersebut. Seperti jenis potret lainnya, fokus dari fotografi tersebut biasanya wajah orang tersebut, meskipun seluruh bagian tubuh dan latar belakang atau konteks juga dapat dimasukkan.

Berikut adalah Tips Foto Portrait :

1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.

Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka.

Jongkoklah dan buat lensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka.

3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.

Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.

4. Hindari penggunaan on-camera flash.

On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras.

5. Overexpose foto dengan sengaja.

Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose sengaha ini juga sering disebut high key.

6. Ajak bicara obyek foto.

Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal :”Dulu saat masih kecil aku suka mencuri buah di halaman rumahmu loh?” atau “Aku lihat nilai UN kamu 9 semua, gimana caranya?”. (Garing banget ya? saya tahu saya memang garing)

7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya.

Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya.

8. Ketahui tujuan pemotretan.

Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya.

9. Memotret di siang bolong tidak masalah asal anda tahu triknya.

Untuk memotret di siang bolong, posisikan obyek foto membelakangi matahari, lalu gunakan mode spot metering. Ambil pengukuran di area mata atau hidung lalu potret. Background akan overexposed, tapi wajah akan bagus.

10. Buat komposisi lalu fokus dan bukan sebaliknya

Aturlah komposisi foto, kalau anda sudah mantap barulah ambil fokus di area mata lalu baru foto.

11. Kasih si model mainan.

Menjadi obyek foto alias model itu bukan pekerjaan gampang, kalau kita memotret ukurannya jelas: eksposur-komposisi-cahaya dll, kalau model tidak ada yang terukur pasti. Hanya ada mereka versus si fotografer + lensa moncong besar. Untuk membantu mereka rileks, bawalah beberapa prop (dari property), misal: bunga, topi, permen karet, mainanan anak, kursi, buku dll. Dengan begitu mereka bisa bermain-main dengan prop tadi dan menjadi rileks.

12. Saat memotret kelompok, arahkan fokus di orang yang terdekat dengan kamera.

Anda akan menyesalinya jika tidak, arahkan fokus di muka orang yang terdekat dengan kamera. Kalau andamengarahkan fokus di tempat lain, biasanya wajah orang terdekat akan sedikit tidak fokus jika kita menggunakan aperture besar.

13. Periksa ketajaman foto dengan mengecek bulu mata.

Agak susah mengecek tajam tidaknya foto dari LCD kamera, tapi tetap bisa dikerjakan. Zoom foto semaksimal mungkin lalu scroll ke arah bulum mata atau alis. Kalau anda bisa melihat masing-masing bulu mata terlihat tajam berarti foto anda akan super tajam, kalau tidak, jangan malas.

14. Kalau anda hobi foto portrait, beli vertical grip.

Selain memberi ekstra batere, vertical grip juga sangat memudahkan kita dalam mengkomposisi foto dengan orientasi vertikal. Selain itu tangan menjadi lebih lincah saat beroperasi dalam orientasi vertikal.

15. Untuk foto candid, gunakan lensa tele.

Untuk membuat foto candid yang baik, anda harus “menghilang” dari lokasi. Artinya orang tersebut tidak akan begitu sadar akan keberadaan anda mengincar wajahnya. Dalam sebuah acara: wedding, pesta atau kumpul-kumpul, keluarkan lensa tele anda dan “menghilanglah” dari lokasi. Anda bisa memotret orang tersebut dari kejauhan tanpa dia menyadarinya sehingga ekspresinya benar-benar lepas dan spontan.

16. Untuk foto portrait jalanan (street), gunakan lensa kecil dan kamera kecil.

Berkeliaran dijalan atau pasar dengan lensa monster dan kamera kelas kakap akan membuat nervous orang-orang, maka gunakan lensa dan kamera yang tidak terlalu mencolok.

17. Beromunikasilah secara jelas.

Kemampuan berkomunikasi secara jelas adalah syarat penting untuk fotografer portrait. Interaksi yang baik dengan model akan membantu kita menghasilkan foto yang bagus, begitu pula saat mendiskusikan konsep pemotretan, menentukan lokasi, jenis pakaian dll.

18. Manfaatkan reflektor cahaya alami.

Saat memotret di pantai dengan pasir putih, pasir putih adalah reflektor alami yang bagus. Saat memotret di kota, kita bisa memanfaatkan mobil warna silver atau tembok. Saat memotret di danau, air adalah pemantul cahaya alami. Jangan menyerah jika anda lupa membawa atau memang tidak punya reflektor.

19. Tunggu saat mendung.

Saat mendung adalah saat yang bersahabat bagi fotografer portrait. Mendung membuat cahaya matahari menjadi rata dan lembut karena mendung menjadi reflektor raksasa di atas sana.

20. Saat memotret anak-anak yang bermain, gunakan continous mode.

Memotret anak-anak yang sedang main bola, berlarian atau bermain lompat tali membutuhkan kecepatan. Gunakan shutter priority, set shutter yang cepat. Lalu ubah mode ke continous mode.


Sumber Referensi :
http://belfot.com/20-tips-foto-portrait/
https://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_potret
http://www.infofotografi.com/blog/2011/02/kursus-kilat-fotografi-foto-potret-di-lokasi-jakarta/
https://fotografibergerak.wordpress.com/page/30/

 

 

 

jar miksang level satu secara oto

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Pernah membayangkan memotret tanpa melihat langsung hasil fotonya, tanpa mengedit bahkan sekedar merubah kontras atau level, tanpa melakukan zooming maupun cropping, hanya memotret satu kali tanpa di ulang, tidak berpindah posisi untuk mencari angle yg lebih baik, tidak merubah atau mengatur subyek foto, bahkan tidak perlu memikirkan judul dan pesan apa yg disampaikan melalui foto tersebut? Kurang lebih seperti itulah gambaran mengenai fotografi miksang. Miksang, berasal dari bahasa nepal yg jika diterjemahkan berarti “good eye”. Diperkenalkan oleh dua orang fotografer yg berguru pada seorang bikshu bernama Chögyam Trungpa yang juga seorang seniman “dharma art”. Saat ini sepertinya workshop atau seminar mengenai miksang fotografi belum pernah ada di Indonesia, dan memang hanya sedikit orang yg mendengar mengenai miksang. Ada tiga level pengajaran dalam miksang fotografi, tetapi untuk level satu sepertinya masih bisa dipelajari secara otodidak melalui latihan sendiri. Miksang sebenarnya tidak sepenuhnya merupakan pelajaran mengenai fotografi tetapi lebih kepada meditasi dan perenungan. Inti utama dari fotografi miksang adalah bahwa apapun yang ada di alam ini dan terjadi di dalamnya sudah diciptakan dalam bentuk dan kondisi yang paling indah. Hanya saja selama ini kita tidak mampu melihatnya karena pikiran kita terlalu dipenuhi dengan persepsi sehingga mengabaikan begitu saja keindahan tersebut. 13910624981813498856 13910624981813498856 Foto-foto miksang, sebenarnya terlihat biasa saja. Simpel dan sederhana. Tidak memakai teknik memotret yg sulit, atau alat yg menguras kantong. warnanya juga tidak nyleneh. Subyek fotonya tidak terlalu heboh. Kebanyakan berupa sesuatu yang ada di sekitar kita dan bisa ditemui setiap hari. Tetapi, foto-foto miksang terkesan alami, jujur, “dalam”, dan apa adanya. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangkan. Straight shooting. Jika meditasi kok kayanya terlalu “filosofis” untuk dilakukan, bisa diganti dengan yoga, pernapasan, atau segala bentuk media untuk mencapai ketenangan batin yg lain. Miksang mengajarkan untuk mensinkronkan antara mata dan pikiran dan hal tersebut bisa dicapai jika kita dalam kondisi tenang dan terbebas dari segala persepsi. Kemudian amati apa yg ada di sekitar. Bayangan, warna, bentuk, ukuran, posisi, semua yang ada di alam ini sudah diciptakan dengan indah. Kita hanya perlu melihatnya dengan mata dan merekamnya melalui kamera. Perlahan-lahan, semua yg selama ini ada di sekitar, mulai dari rumput liar yang ada di halaman dan diinjak setiap hari di bawah kaki sampai awan-awan yang terbang bebas akan menjadi terlihat "berbeda". Sangat menarik. 13910633441029927203 13910633441029927203 Beberapa foto di atas adalah hasil belajar miksang level satu secara otodidak dari berbagai artikel dan tutorial di internet sambil melihat beberapa foto dari gallery di forum atau komunitas miksang. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai miksang, bisa googling dengan keyword "miksang". Selamat mencoba

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Pernah membayangkan memotret tanpa melihat langsung hasil fotonya, tanpa mengedit bahkan sekedar merubah kontras atau level, tanpa melakukan zooming maupun cropping, hanya memotret satu kali tanpa di ulang, tidak berpindah posisi untuk mencari angle yg lebih baik, tidak merubah atau mengatur subyek foto, bahkan tidak perlu memikirkan judul dan pesan apa yg disampaikan melalui foto tersebut? Kurang lebih seperti itulah gambaran mengenai fotografi miksang. Miksang, berasal dari bahasa nepal yg jika diterjemahkan berarti “good eye”. Diperkenalkan oleh dua orang fotografer yg berguru pada seorang bikshu bernama Chögyam Trungpa yang juga seorang seniman “dharma art”. Saat ini sepertinya workshop atau seminar mengenai miksang fotografi belum pernah ada di Indonesia, dan memang hanya sedikit orang yg mendengar mengenai miksang. Ada tiga level pengajaran dalam miksang fotografi, tetapi untuk level satu sepertinya masih bisa dipelajari secara otodidak melalui latihan sendiri. Miksang sebenarnya tidak sepenuhnya merupakan pelajaran mengenai fotografi tetapi lebih kepada meditasi dan perenungan. Inti utama dari fotografi miksang adalah bahwa apapun yang ada di alam ini dan terjadi di dalamnya sudah diciptakan dalam bentuk dan kondisi yang paling indah. Hanya saja selama ini kita tidak mampu melihatnya karena pikiran kita terlalu dipenuhi dengan persepsi sehingga mengabaikan begitu saja keindahan tersebut. 13910624981813498856 13910624981813498856 Foto-foto miksang, sebenarnya terlihat biasa saja. Simpel dan sederhana. Tidak memakai teknik memotret yg sulit, atau alat yg menguras kantong. warnanya juga tidak nyleneh. Subyek fotonya tidak terlalu heboh. Kebanyakan berupa sesuatu yang ada di sekitar kita dan bisa ditemui setiap hari. Tetapi, foto-foto miksang terkesan alami, jujur, “dalam”, dan apa adanya. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangkan. Straight shooting. Jika meditasi kok kayanya terlalu “filosofis” untuk dilakukan, bisa diganti dengan yoga, pernapasan, atau segala bentuk media untuk mencapai ketenangan batin yg lain. Miksang mengajarkan untuk mensinkronkan antara mata dan pikiran dan hal tersebut bisa dicapai jika kita dalam kondisi tenang dan terbebas dari segala persepsi. Kemudian amati apa yg ada di sekitar. Bayangan, warna, bentuk, ukuran, posisi, semua yang ada di alam ini sudah diciptakan dengan indah. Kita hanya perlu melihatnya dengan mata dan merekamnya melalui kamera. Perlahan-lahan, semua yg selama ini ada di sekitar, mulai dari rumput liar yang ada di halaman dan diinjak setiap hari di bawah kaki sampai awan-awan yang terbang bebas akan menjadi terlihat "berbeda". Sangat menarik. 13910633441029927203 13910633441029927203 Beberapa foto di atas adalah hasil belajar miksang level satu secara otodidak dari berbagai artikel dan tutorial di internet sambil melihat beberapa foto dari gallery di forum atau komunitas miksang. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai miksang, bisa googling dengan keyword "miksang". Selamat mencoba

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Pernah membayangkan memotret tanpa melihat langsung hasil fotonya, tanpa mengedit bahkan sekedar merubah kontras atau level, tanpa melakukan zooming maupun cropping, hanya memotret satu kali tanpa di ulang, tidak berpindah posisi untuk mencari angle yg lebih baik, tidak merubah atau mengatur subyek foto, bahkan tidak perlu memikirkan judul dan pesan apa yg disampaikan melalui foto tersebut? Kurang lebih seperti itulah gambaran mengenai fotografi miksang. Miksang, berasal dari bahasa nepal yg jika diterjemahkan berarti “good eye”. Diperkenalkan oleh dua orang fotografer yg berguru pada seorang bikshu bernama Chögyam Trungpa yang juga seorang seniman “dharma art”. Saat ini sepertinya workshop atau seminar mengenai miksang fotografi belum pernah ada di Indonesia, dan memang hanya sedikit orang yg mendengar mengenai miksang. Ada tiga level pengajaran dalam miksang fotografi, tetapi untuk level satu sepertinya masih bisa dipelajari secara otodidak melalui latihan sendiri. Miksang sebenarnya tidak sepenuhnya merupakan pelajaran mengenai fotografi tetapi lebih kepada meditasi dan perenungan. Inti utama dari fotografi miksang adalah bahwa apapun yang ada di alam ini dan terjadi di dalamnya sudah diciptakan dalam bentuk dan kondisi yang paling indah. Hanya saja selama ini kita tidak mampu melihatnya karena pikiran kita terlalu dipenuhi dengan persepsi sehingga mengabaikan begitu saja keindahan tersebut. 13910624981813498856 13910624981813498856 Foto-foto miksang, sebenarnya terlihat biasa saja. Simpel dan sederhana. Tidak memakai teknik memotret yg sulit, atau alat yg menguras kantong. warnanya juga tidak nyleneh. Subyek fotonya tidak terlalu heboh. Kebanyakan berupa sesuatu yang ada di sekitar kita dan bisa ditemui setiap hari. Tetapi, foto-foto miksang terkesan alami, jujur, “dalam”, dan apa adanya. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangkan. Straight shooting. Jika meditasi kok kayanya terlalu “filosofis” untuk dilakukan, bisa diganti dengan yoga, pernapasan, atau segala bentuk media untuk mencapai ketenangan batin yg lain. Miksang mengajarkan untuk mensinkronkan antara mata dan pikiran dan hal tersebut bisa dicapai jika kita dalam kondisi tenang dan terbebas dari segala persepsi. Kemudian amati apa yg ada di sekitar. Bayangan, warna, bentuk, ukuran, posisi, semua yang ada di alam ini sudah diciptakan dengan indah. Kita hanya perlu melihatnya dengan mata dan merekamnya melalui kamera. Perlahan-lahan, semua yg selama ini ada di sekitar, mulai dari rumput liar yang ada di halaman dan diinjak setiap hari di bawah kaki sampai awan-awan yang terbang bebas akan menjadi terlihat "berbeda". Sangat menarik. 13910633441029927203 13910633441029927203 Beberapa foto di atas adalah hasil belajar miksang level satu secara otodidak dari berbagai artikel dan tutorial di internet sambil melihat beberapa foto dari gallery di forum atau komunitas miksang. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai miksang, bisa googling dengan keyword "miksang". Selamat mencoba

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Pernah membayangkan memotret tanpa melihat langsung hasil fotonya, tanpa mengedit bahkan sekedar merubah kontras atau level, tanpa melakukan zooming maupun cropping, hanya memotret satu kali tanpa di ulang, tidak berpindah posisi untuk mencari angle yg lebih baik, tidak merubah atau mengatur subyek foto, bahkan tidak perlu memikirkan judul dan pesan apa yg disampaikan melalui foto tersebut? Kurang lebih seperti itulah gambaran mengenai fotografi miksang. Miksang, berasal dari bahasa nepal yg jika diterjemahkan berarti “good eye”. Diperkenalkan oleh dua orang fotografer yg berguru pada seorang bikshu bernama Chögyam Trungpa yang juga seorang seniman “dharma art”. Saat ini sepertinya workshop atau seminar mengenai miksang fotografi belum pernah ada di Indonesia, dan memang hanya sedikit orang yg mendengar mengenai miksang. Ada tiga level pengajaran dalam miksang fotografi, tetapi untuk level satu sepertinya masih bisa dipelajari secara otodidak melalui latihan sendiri. Miksang sebenarnya tidak sepenuhnya merupakan pelajaran mengenai fotografi tetapi lebih kepada meditasi dan perenungan. Inti utama dari fotografi miksang adalah bahwa apapun yang ada di alam ini dan terjadi di dalamnya sudah diciptakan dalam bentuk dan kondisi yang paling indah. Hanya saja selama ini kita tidak mampu melihatnya karena pikiran kita terlalu dipenuhi dengan persepsi sehingga mengabaikan begitu saja keindahan tersebut. 13910624981813498856 13910624981813498856 Foto-foto miksang, sebenarnya terlihat biasa saja. Simpel dan sederhana. Tidak memakai teknik memotret yg sulit, atau alat yg menguras kantong. warnanya juga tidak nyleneh. Subyek fotonya tidak terlalu heboh. Kebanyakan berupa sesuatu yang ada di sekitar kita dan bisa ditemui setiap hari. Tetapi, foto-foto miksang terkesan alami, jujur, “dalam”, dan apa adanya. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangkan. Straight shooting. Jika meditasi kok kayanya terlalu “filosofis” untuk dilakukan, bisa diganti dengan yoga, pernapasan, atau segala bentuk media untuk mencapai ketenangan batin yg lain. Miksang mengajarkan untuk mensinkronkan antara mata dan pikiran dan hal tersebut bisa dicapai jika kita dalam kondisi tenang dan terbebas dari segala persepsi. Kemudian amati apa yg ada di sekitar. Bayangan, warna, bentuk, ukuran, posisi, semua yang ada di alam ini sudah diciptakan dengan indah. Kita hanya perlu melihatnya dengan mata dan merekamnya melalui kamera. Perlahan-lahan, semua yg selama ini ada di sekitar, mulai dari rumput liar yang ada di halaman dan diinjak setiap hari di bawah kaki sampai awan-awan yang terbang bebas akan menjadi terlihat "berbeda". Sangat menarik. 13910633441029927203 13910633441029927203 Beberapa foto di atas adalah hasil belajar miksang level satu secara otodidak dari berbagai artikel dan tutorial di internet sambil melihat beberapa foto dari gallery di forum atau komunitas miksang. Jika ingin tahu lebih lanjut mengenai miksang, bisa googling dengan keyword "miksang". Selamat mencoba

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Mengenal Fotografi Miksang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Mengenal Fotografi Miksang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Mengenal Fotografi Miksang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6
Mengenal Fotografi Miksang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kotakireng/mengenal-fotografi-miksang_55288464f17e614c5b8b45c6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Miksang Fotografi

Landcape Fotografi